Peresemian Perpustakaan MTs Nurul Qur'an Majenang

KETUA UMUM PBN: Santri Harus Kuat Membaca, Kelak Bisa Menjadi Orang Besar.
Pada Selasa, 11 Agustus 2026, MTs Nurul Quran menyelenggarakan persemnian PBN mts nurul quran berbasis Pesantren dengan tema "Perkuat Literasi Anak Bangsa". Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perpustakaan madrasah dan Pengurus Pusat Pojok Baca Nahdiyin (PBN) . Acara ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca serta memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.
Sarasehan tersebut dihadiri oleh ketua umum Pojok Baca Nahdiyin (PBN), Gus Arif Budiman. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh para guru serta pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs Nurul Quran. Kehadiran berbagai unsur di lingkungan madrasah menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan dunia literasi sejak dini.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan “rasa terima kasih yang mendalam kepada Pengurus Pusat Pojok Baca Nahdiyin (PBN) karena telah menerima kami sebagai bagian dari PBN”. Beliau Melanjutkan “bahwa kepercayaan ini merupakan harapan besar bagi lingkungan madrasah, terutama bagi para siswa-siswi, dalam upaya meningkatkan kualitas literasi”.
Harapannya, kolaborasi ini dapat menjadi pintu gerbagi bagi siswa untuk lebih giat menumbuhkan minat baca dan menggali ilmu pengetahuan.
Berikut adalah penyempurnaan kalimat sambutan Ketua Umum PBN, Arif Budiman, menjadi kalimat berita yang efektif, ringkas, dan sesuai dengan EYD:
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Pusat Pojok Baca Nahdiyin (PBN), Arif Budiman , menyampaikan sejumlah pesan penting. “bahwa kaum nahdliyin harus kuat dalam budaya membaca agar mampu menjadi siapa pun yang dicita-citakan. Ia juga berharap kelak santri-santri di madrasah ini dapat menjadi pemimpin bangsa, seperti Presiden Gus Dur, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, serta menteri-menteri lain yang berasal dari kalangan santri.
Arif Budiman mendorong seluruh peserta untuk mencintai buku dan bersemangat dalam membaca. Menurutnya, “tanpa buku, seseorang tidak akan memiliki ilmu yang dapat meninggikan derajatnya. Ia juga menyebut bahwa kebiasaan membaca harus diawali dengan paksaan hingga akhirnya menjadi kebiasaan”.
Seluruh guru diharapkan menjadi penggerak lingkungan yang gemar membaca. Ia menegaskan bahwa PBN akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan literasi di perpustakaan ini.
dalam acara ini turut hadir perwakilan PBN Cilacap, Ari Wibowo, mendampingi PBN Pusat. ia “menyampaikan bahwa di era disrupsi ini, keterlambatan dalam membaca akan menyebabkan ketertinggalan. Ia mengajak seluruh peserta untuk semangat berbagi, yaitu dengan menuliskan apa yang telah dilihat, dirasakan, dan diterima sebagai pengetahuan, kemudian disebarluaskan melalui berbagai media yang kita miliki”. Ia juga mengingatkan akan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, sebagaimana ungkapan khoirum anfa'uhum linnas.
Acara sarasehan literasi ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman sekaligus peresmian PBN di MTs Nurul Quran, Pesantren Nurul Quran. Kegiatan ini menandai dimulainya komitmen bersama dalam memperkuat gerakan literasi di lingkungan pesantren. AZF.





